MODEL
PEMBELAJARAN NESTED
A.
PENDAHULUAN
Berawal dari sebuah pertanyaan: Dapat
tercapai kecakapan yang multidimensi di antara konsep-konsep dalam satu mata
pelajaran?
Pertanyaan tersebut akan terjawab jika
kita mengajar menggunakan model “nested” atau “sarang”.
Dalam rangka mengintegrasikan suatu
kurikulum, maka dengan mengikuti mata kuliah Pembelajaran Terpadu akan kita
pelajari “How to Integrate Curricula” melalui 10 model pembelajaran yang
bermuara pada kurikulum terpadu.
Secara garis besar, 3 model pertama
dimulai dari sebuah eksplorasi dalam satu disiplin ilmu, yaitu fragmentasi,
koneksi, dan sarang. Lima model berikutnya, akan mengintegrasikan beberapa
disiplin ilmu. Dan 2 model terakhir, akan mengintegrasikan antara pemelajar
sendiri dengan pemelajar-pemelajar lainnya dalam suatu jaringan.
B.
MODEL PEMBELAJARAN NESTED
Dengan mengetahui cakupan setiap mata
pelajaran, maka guru dapat mencapai berbagai kecakapan. Misalnya: kecakapan di
bidang sosial, kecakapan berpikir, dan kecakapan memahami isi pelajaran secara
lebih spesifik.
1.
Apa yang dimaksud dengan Model Pembelajaran Nested?
Suatu gagasan besar yang dikemukakan
oleh guru-guru. Dimana mereka menemukan adanya ketimpangan yang sangat jauh
antara suatu mata pelajaran dengan mata pelajaran yang lainnya. Di satu sisi
ada mata pelajaran yang dapat menumbuhkan berbagai kecakapan berpikir dan
berinteraksi, namun dalam mata pelajaran lainnya sangat miskin. Dengan
model nested ini, melalui perencanaan yang matang dan cermat diharapkan tujuan
belajar siswa dapat tercapai dengan mudah.
2.
Terlihat Seperti Apa Model Pembelajaran Nested itu?
Misalnya, suatu mata pelajaran dalam
sistem kurikulum mempunyai tujuan untuk menjelaskan tentang konsep “sistem”.
Maka konsep tersebut harus berorientasi pada dunia nyata, sehingga mudah
dipahami oleh siswa bagian per bagian dalam konsepnya. Selanjutnya, guru dalam
menyampaikan konsep tersebut harus memasukkan kecakapan berfikir baik dalam
sebab maupun akibatnya. Sehingga siswa lebih menekankan pada sebab-sebab dan
akibat-akibat sebagai tujuan belajar yang harus dicapai.
Kecakapan yang lain misalnya kecakapan
sosial seperti kecakapan bekerja sama harus dimasukkan dan menjadi tekanan
khusus selama bekerja sama dalam kerja kelompok di dalam kelas.
Juga dalam hal pembuatan bagan, dapat
dimasukkan suatu kecakapan mengorganisasi dalam pembelajaran di kelas.
Dalam menjelaskan suatu materi
pelajaran, diharapkan di dalam pikiran guru “bersarang” beberapa kecakapan yang
dapat diterapkan dalam pembelajarannya, sehingga memperkaya kandungan isi
materi pelajaran tersebut.
Tiga kelompok kecakapan yang dapat
dimasukkan dalam pembelajaran dapat kita perhatikan pada tabel berikut ini.
Kecakapan
berpikir
|
Kecakapan
sosial
|
Kecakapan
mengorganisasi
|
1. memprediksi
2. menyimpulkan
3. membandingkan
4. mengelompokkan
5. merata-rata
6. menyusun hipotesa
7. memprioritaskan
8. mengevaluasi
|
1.
mendengar dg perhatian
2. mengklarifikasi
3. mengungkapkan
4. membesarkan hati
5. menerima gagasan
6. menolak
7. pandangan setuju
8. meringkas
|
1. jaringan
2. diagram Venn
3. bagan
4. siklus
5. bagan setuju / tidak
6. daftar / matrik
7. peta konsep
8. membuat kerangka
|
Pada tingkat sekolah menengah,
kecakapan-kecakapan tersebut dapat diterapkan dalam pelajaran komputer. Misanya
dalam menjelaskan program CAD / CAM. Dengan mempelajari program CAD / CAM
diharapkan siswa dapat menguasai kecakapan “berfikir ke masa depan”, sehingga
dapat merancang desain perabot sekolahnya.
3.
Bagaimana suara perbincangan siswa dengan Model
Pembelajaran Nested?
Siswa A menyatakan : Jika pak
Guru bertanya, “apa yang kamu ketahui tentang materi pelajaran yang telah
diajarkan kepada kita besok ketika ulangan” Jawabnya bagaimana?
Siswa B
merespon : Yah! Itu gampang. Materi pelajaran itu
khan sudah diulang-ulang 18 kali di kelas.
Siswa A
: Tapi sekarang diminta untuk merangkum dan menyatakannya dalam
gambar-gambar. Apakah kita tahu apa yang diharapkan dari kita?
Siswa
B
: Tidak harus begitu. Dalam penguasaan materi pelajaran, pak Guru juga
menilai dari perubahan perilaku dan sikap kita.
Siswa
A
: Yah! Jadi pak guru bisa menilai kita dari banyak sisi
ya?
4.
Kelebihan-kelebihan Model Pembelajaran Nested.
Kelebihan model pembelajaran nested ini
adalah pada penggunaan sarang dan tandan sebagai ilustrasi. Dengan model ini,
maka isi pelajaran akan lebih kaya dan luas dengan beberapa kecakapan hidup.
Misalnya dalam menjelaskan tentang perjuangan kaum veteran. Guru memfokuskan
pada bagaimana berfikir tentang strategi perang, maka kecakapan dan
gagasan-gagasan lain tanpa disengaja ditemukan dalam pembelajaran tersebut.
Intinya bahwa satu mata pelajaran mengandung banyak dimensi.
Hari ini telah memasuki banjirnya
informasi. Kurikulum pada umumnya menciptakan jadwal yang padat, hal tersebut
merupakan lahan yang subur bagi guru untuk menanamkan berbagai kecakapan hidup
di berbagai bidang. Sedangkan dengan model pembelajaran nested, lebih
mengutamakan perhatian khusus pada satu hal. Bukan berarti membutuhkan waktu
tambahan untuk kerja ekstra dan mengajak guru-guru yang lain bekerja sama.
Tetapi seorang guru dapat mengintegrasikan berbagai kecakapan hidup dalam
materi pelajarannya, sehingga mempunyai nilai dan makna yang lebih luas.
5.
Sisi Negatif Model Pembelajaran Nested
Beberapa kelemahan Model Pembelajaran
Nested adalah jika dalam satu mata pelajaran dituntut untuk menguasai beberapa
kecakapan, maka hal itu dapat membingungkan siswa. Tentu saja hal itu terjadi
jika pelaksanaan model pembelajaran nested dilakukan asal-asalan. Konsep mata pelajaran
yang menjadi prioritas utama menjadi tidak jelas, sebab siswa ditekankan untuk
menghadapi banyak tugas dalam satu kesempatan.
6.
Kapan Model Pembelajaran Nested Tepat Digunakan?
Model pembelajaran nested telah
diujicobakan oleh beberapa guru untuk menanamkan kecakapan berpikir dan
kecakapan bekerja sama dalam suatu mata pelajarannya. Dengan menjaga agar
tujuan utama tetap tercapai, sementara dengan menambahkan kecakapan hidup yang
lain dengan tujuan supaya tercapai juga kecakapan sosialnya, maka akan
memperkaya isi dan makna pelajaran tersebut.
Mengintegrasikan kecakapan berbicara
misalnya pada 3 bidang konsep yang terpadu, maka siswa akan dengan mudah
menguasai mata pelajarannya sebagai suatu kegiatan yang terstruktur.
C.
PENUTUP
Model pembelajaran nested adalah model
pembelajaran di mana dalam mengajarkan satu mata pelajaran tertentu, kita dapat
mengintegrasikan beberapa kecakapan hidup yang bersarang dalam mata pelajaran
tersebut. Sehingga isi makna dari mata pelajaran itu menjadi lebih kaya dan
lebih luas.
Misalnya ketika kita mengenalkan
pembelajaran sistem periodik unsur kimia, maka kita juga dapat menambahkan
kecakapan tentang segala hal yang terdapat pada tabel periodik unsur tersebut.
Kemudian beberapa kecakapan yang lain semisal bagaimana pola lambang unsur
dalam penulisannya. Juga bagaimana teknik dan cara mengingat atau menghafalkan
unsur-unsur kimia.
Ketika kita membaca novel “the old man
and the sea”, maka dapat kita fokuskan bagaimana gaya penulisnya, bahasa yang
digunakannya, sikap ketekunan dan kerja sama, juga tentang tumbuhnya gagasan
dalam kerja kelompok.
Ketika kita belajar matematika, dalam
menjelaskan hal tersebut dapat juga kita ajarkan kecakapan tentang grafik,
kemudian bagaimana dari grafik itu kita dapat melukiskan garis berikutnya.
Model pembelajaran nested ini adalah
model pertama di mana guru dapat melakukan perencanaan dan merangkai beberapa
gagasan yang sejenis dari berbagai bagian dalam satu mata pelajaran.
Demikian paparan kelompok kami, sebatas
yang kami pahami dari buku “The Mindful School, How To Integrate The
Curricula”. Lengkap dan sempurnanya makalah ini sangat kami harapkan
masukan-masukan dari teman mahasiswa lainnya, dan terutama penjelasan dari
Prof. Dr. Sri Anitah selaku Dosen Mata Kuliah Pembelajaran Terpadu, Program
Pascasarjana Teknologi Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar